HISTORY 4

Dr. Muhammad Ataur Rahim yang meneliti sejarah kekristenan dan yesus selama 30 tahun menyatakan bahwa pada abad pertama sepeninggal yesus, murid-murid yesus masih tetap mempertahankan ketauhidan secara murni. Hal ini dapat dibuktikan dalam naskah The Shepherd (Gembala) karya Hermas, yang ditulis sekitar tahun 90 M. Menurut gereja, naskah itu termasuk kitab kanonik (yg dianggap suci). Diantara isi dari naskah tersebut berbunyi, “Pertama,percayalah bahwa Allah itu Esa. Dialah yang menciptakan dan mengatur segalanya. Dia menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Dia meliputi segala sesuatu, tetapi dia tidak diliputi oleh apapun….”

Bahkan menurut Theodore Zahn, sebagaimana dikutip Ej.Goodspeed di dalam Apostolic Fathers, sampai dengan sekitar tahun 250M, kalimat keimanan umat kristen masih berbunyi, “Saya percaya kepada Allah yang Maha Kuasa.”

Walau demikian,antara tahun 180-210M, memang telah ada upaya-upaya untuk menambahkan kata ‘Bapa’ di depan kata ‘Yang Maha Kuasa’. Uskup Victor Zephysius mengutuk penambahan kata tersebut dan menganggapnya sebagai pencemaran kemurnian kitab suci.Di yunani, ajaran kristen mengalami metamorfosa dengan kebudayaan politheisme setempat. Yunani memiliki andil dalam perumusan konsep trinitas dan paulus dari Tarsus-lah yang menciptakannya…

(Knights Templar Knights of Christ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s